Cara-cara Lakukan Positive Parenting Orang Tua Milenial

Persoalan mendidik anak setiap generasi tentu berbeda. Umumnya, generasi milenial (lahir dari tahun 1981-2000) mendapatkan pendidikan yang keras oleh orang tua mereka, generasi baby boomers (lahir di atas tahun 1960). Namun, ketika generasi milenial mendidik anak-anak, mereka cenderung memberikan kebebasan kepada anak untuk berekspresi youthsister.

 

Saat ditemui Ajeng Raviando, seorang psikolog anak mengatakan, “Kalau zaman dulu orang tua tipenya lebih authoritarian, semuanya serba takut, aturan harus dipenuhi dengan baik oleh anak, sangat tidak fleksibel melakukan banyak hal, strict. Berbeda dengan zaman sekarang, belajarnya di cafe.”

 

Menurutnya, zaman sekarang, orang tua lebih memberikan kebebasan kepada anak supaya lebih bisa berkreativitas nih youthsister. Selain itu, orang tua zaman sekarang pun mendekatkan anak dengan cara yang lebih positif atau yang dikenal dengan positive parenting. Pola pengasuhan ini lebih membantu anak dengan menerapkan disiplin efektif dan interaksi yang menyenangkan. Bagaimana caranya? Yuk kita ssimak bareng bareng

 

ü Memberikan contoh. Orang tua akan menjadi model yang baik dan mengajari dengan teladan. Misalnya, saat bekerja di rumah, orang tua menghindari banyak mengeluh sehingga anak pun bisa mengikuti dengan belajar tanpa banyak mengeluh.

 

ü Mengenali perkembangan anak. Tentunya, perkembangan anak zaman dulu dan sekarang berbeda. Untuk itulah, orang tua terus belajar melihat dan mengikuti perkembangan zaman tersebut.

 

ü Meluangkan waktu berkualitas dengan rutin. Orang tua perlu meluangkan waktu untuk bermain dan belajar bersama-sama dengan anak.

 

ü Fokus pada tingkah laku positif, memberi dukungan, dan penghargaan.

 

ü Memberikan konsekuensi yang logis, disiplin yang konsisten dan jelas, serta bersikap tegas. “Misalnya, kalau anak tidak mau belajar, youthsister bisa memberikan perumpamaan, seperti berkata, bila youthsister tidak belajar sekarang, besok youthsister harus terburu-buru belajarnya. Namun, kalau youthsister belajar sekarang, youthsister pun bisa mengerjakan soal dengan lebih tenang,” kata Ajeng.

 

ü Tanamkan nilai. youthsister perlu memberikan nilai-nilai yang baik untuk anak lakukan. 

 

ü Lakukan diskusi dan negosiasi dengan anak. Ajak anak untuk belajar mengatur waktunya dan tidak memaksa memberikan les tambahan bila anak tidak suka.

 

ü Ciptakan komunikasi efektif dengan cara lakukan obsevasi, refleksikan pengalaman, empati, dan berikan pilihan, bukan sekedar memerintah.

 

ü Memberikan ruang kepada anak untuk tumbuh. Salah satu caranya adalah biarkan anak melakukan kesalahan supaya mereka mengerti bagaimana cara memperbaikinya. “Jadi, hindari mengerjakan tugas anak dan memarahi anak bila mendapatkan nilai jelek di sekolah,” ujar Ajeng.

 

ü Berikan cinta tanpa syarat. “Kita perlu memahami kalau anak memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing,” tutup Ajeng.

 

Yuk, mulai terapkan positive parenting ini supaya anak kita semua tidak bosan belajar di sekolah maupun di rumah. Semangatyouthsister semua !