Pendidikan di Tangan Guru, Bukan Pada Teknologi

“DI masa pandemi seperti sekarang ini, kita tidak bisa menyerahkan semua urusan pendidikan kita ke tangan teknologi” –Iain Sachdev, International School of Monza, Italia.

 

Di masa pandemi, sebagian besar proses pendidikan harus menggunakan teknologi komunikasi.

 

Banyak sekolah menggunakan fitur zoom meeting, google meet, atau yang lainnya. Ada mata pelajaran yang disampaikan melalui Youtube, sehingga siswa bisa mengakses kapan saja.

 

Karena pendidikan harus tetap berjalan, karena pengajaran kepada murid harus tetap dilaksanakan, maka teknologi merupakan pilihan yang tidak terelakkan. Hampir semua lembaga pendidikan di dunia saat ini, bertumpu kepada ‘pertolongan’ teknologi.

 

Namun demikian, tanggung jawab pendidikan di sekolah, tetap berada di tangan guru. Teknologi hanyalah sarana untuk membantu. Bukan untuk mengambil alih peran pendidikan.

 

Pendidik adalah orangtua, guru, ulama, ustadz, kyai, dosen dan sebutan lainnya. Mereka adalah manusia bertakwa dan berilmu pengetahuan.

 

Mereka manusia mulia dan penuh kebijaksanaan. Mereka mampu mendidik dengan hati. Sesuatu yang tak bisa diberikan oleh teknologi.

 

Youtube bukanlah guru yang baik, karena hanya bisa mengajarkan pengetahuan. Namun tidak bisa menanamkan akhlak dan adab. Pun tak bisa mendidik dengan hati. Tak beda dengan facebook, instagram, twitter dan aneka jenis media sosial lainnya. Semoga bermanfaat !!